Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengasuhan Anak dalam Keluarga Islam
Keywords:
pengasuhan anak, keluarga Islam, pendidikan keluarga, faktor sosial, psikologi keluargaAbstract
Pengasuhan dalam keluarga Muslim merupakan fondasi utama pembentukan karakter, spiritualitas, dan identitas sosial anak. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi dan budaya menghadirkan tantangan baru dalam praktik pengasuhan masa kini. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengasuhan dalam keluarga Islam melalui pendekatan studi pustaka. Sumber data diperoleh dari buku, jurnal, dan publikasi ilmiah yang membahas pendidikan Islam, psikologi perkembangan, sosiologi keluarga, serta dinamika pengasuhan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam faktor utama yang menentukan kualitas pengasuhan, yaitu pemahaman keagamaan orang tua, kondisi ekonomi keluarga, pola komunikasi, kondisi psikologis orang tua dan anak, pengaruh lingkungan sosial dan budaya, serta perkembangan teknologi digital. Pemahaman agama berperan sebagai landasan moral dan spiritual yang mengarahkan seluruh praktik pengasuhan, sedangkan kondisi ekonomi memengaruhi stabilitas emosional dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan anak. Pola komunikasi menjadi sarana internalisasi nilai, sementara faktor psikologis menentukan keselarasan interaksi dalam keluarga. Lingkungan sosial membentuk karakter anak melalui proses sosialisasi sekunder, dan teknologi digital menuntut penerapan literasi digital bernilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pengasuhan dalam keluarga Muslim bersifat multidimensional dan harus adaptif terhadap konteks modern tanpa kehilangan prinsip dasar keislaman. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi peneliti, pendidik, dan keluarga dalam mengembangkan pola pengasuhan Islami yang relevan di era kontemporer.
References
Ahmed, S. (2022). Islamic Perspectives on Family Education. Kuala Lumpur: IIUM Press.
Anwar, R. (2022). “Contemporary Islamic Parenting in the Digital Age.” Journal of Islamic Education, 14(2), 115–128.
Anwar, S. (2024). Pendidikan Keluarga Islam di Era Modern. Jakarta: Prenada Media.
Ardila, N. (2020). “Komunikasi Keluarga dan Perkembangan Emosional Anak.” Jurnal Psikologi Nusantara, 8(1), 55–66.
Azmi, M. (2022). Sosiologi Keluarga Muslim. Bandung: Alfabeta.
Bowen, G. (2020). “Document Analysis as a Qualitative Research Method.” Qualitative Research Journal, 20(2), 5–12.
Creswell, J. W. (2020). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Los Angeles: Sage Publications.
Fadilah, N. (2024). Pengasuhan Islami di Era Digital. Surabaya: UINSA Press.
Fathoni, A. (2021). “Peran Komunikasi dalam Pembentukan Akhlak Anak.” Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 33–44.
Firdaus, R. (2024). “Spiritual Digital Literacy for Muslim Families.” International Journal of Islamic Studies, 5(3), 201–214.
Hakim, L. (2021). “Tekanan Ekonomi dan Kualitas Pengasuhan.” Jurnal Sosiologi Keluarga, 3(2), 77–90.
Harun, M. (2021). Lingkungan Sosial dan Pembentukan Moral Anak. Makassar: UIN Alauddin Press.
Hidayat, A. (2017). Nilai-Nilai Pengasuhan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Livingstone, S. (2019). Children and Digital Media. London: Routledge.
Ma’arif, S. (2018). Budaya dan Pendidikan Islam. Yogyakarta: Ombak.
Moleong, L. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mustofa, A. (2022). “Komunikasi Efektif dalam Keluarga Muslim.” Jurnal Ilmu Dakwah, 17(2), 129–141.
Nabila, R. (2022). “Kesehatan Mental Orang Tua dan Dampaknya pada Pengasuhan.” Jurnal Psikologi Islami, 4(1), 44–59.
Pratama, G. (2020). “Dampak Penggunaan Gawai pada Perkembangan Anak.” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 88–101.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.




