DAMPAK PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH BANJIR DAN PENANGGULANGAN SERTA PERAN PEMERINTAH
Keywords:
Banjir, Kesehatan Masyarakat, Penyakit Pasca Banjir, Penanggulangan Banjir, Peran PemerintahAbstract
Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama di wilayah dataran rendah dan pesisir. Selain menimbulkan kerusakan fisik dan ekonomi, banjir juga berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah, dan penyakit kulit sering meningkat pasca banjir akibat sanitasi yang buruk dan terbatasnya akses ke layanan kesehatan. Upaya penanggulangan yang telah dilakukan, seperti penyuluhan kesehatan, pendirian posko kesehatan, dan pembersihan lingkungan, merupakan langkah positif. Namun, efektivitasnya sering terhambat oleh keterbatasan sumber daya, koordinasi antarinstansi yang kurang optimal, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Pemerintah memiliki peran strategis dalam mengatasi permasalahan ini, baik sebagai regulator yang menetapkan kebijakan, dinamisator yang mengkoordinasikan berbagai pihak, maupun fasilitator yang menyediakan sumber daya dan fasilitas. Namun, tantangan seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia yang terlatih masih menjadi hambatan. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk meningkatkan efektivitas upaya penanggulangan banjir dan dampaknya terhadap kesehatan. Dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, diharapkan risiko kesehatan akibat banjir dapat diminimalisir, dan ketahanan masyarakat terhadap bencana dapat ditingkatkan
References
Anggara Bayu, Idris Adam, & Hasanah Nur. (2019). Penanganan Banjir Oleh Bpbd Di Kab Berau. E-Journal Pemerintahan, 2(penanggulangan banjir oleh BPBD), 1–12.
Azhar, A., & Anirwan. (2025). TANTANGAN MITIGASI RISIKO BENCANA BANJIR DI KOTA MAKASSAR: JIAP | Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 13(1), 15–30.
Buchair, N. H., Syahadat, D. S., Laba, S. B., & Ardiansyah, M. (2024). Analisis kerentanan kesehatan penduduk pasca bencana banjir rob di wilayah Kecamatan Sirenja Kab. Donggala. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 23–37. https://jurnal.fkm.untad.ac.id/index.php/preventif/article/download/1130/392/Kelurahan
Christian, K. R., Hendrasarie, N., & ... (2023). Evaluasi Dampak Banjir Pada Kesehatan Masyarakat Di Krapyak Kota Pekalongan. Jurnal …, 4, 1923–1932.
Hidayah, A. N., Siswanto, Y., Dyah, A., Sari, N., Heryanda, A. P., & Pamuji, D. (2024). Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan. 6(1), 13–19.
Laksmi Trisasmita. (2022). Edukasi dan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pasca Banjir di Panti Asuhan Furqan Sumang Kota Makassar. Sarwahita, 19(03), 434–448. https://doi.org/10.21009/sarwahita.193.6
Pratita, A. T. K., Mabruro, D. H. F., Bahri, H. S., Amrullah, M. M. F., Rabbani, D. F., Fauziah, S. R., Jenika, V., & Fathurohman, M. (2023). Penyuluhan pencegahan penyakit pasca banjir dengan menerapkan pola phbs di dusun rangkasan. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 517–523.
Rismawati, Usman, J., & Ma’ruf, A. (2015). Peran Pemerintah Dalam Penanggulangan Banjir Di Kecamatan Manggala Kota Makassar. Jurnal Administrasi Publik, 1(2), 169–181.
Rosyidah, E. A. (2022). Dampak; Banjir; Perekonomian Mas Dampak dari Banjir Terhadap Ekonomi dan Aktivitas Masyarakat Kota Surabaya (studi kasus Kelurahan Ketintang, Kota Surabaya). Journal Economics and Strategy, 3(1), 93–102. https://doi.org/10.36490/jes.v2i2.304
Sabrina, A., Ridwan, I. R., & Susilawati, S. (2021). Analisis Penggunaan Media Audio Visual Pada Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Meningkatkan Hasil Studi Siswa Di Kelas Iv Sekolah Dasar. Didaktika, 1(2), 274–282. https://doi.org/10.17509/didaktika.v1i2.34473
Sulistiowati, E., Adiputra, Y. S., & Putra, A. (2025). Peran Pemerintah Daerah dalam Penanggulangan Banjir di Kota Tanjungpinang Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia. 2.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.




