Asesmen Awal dalam Perancangan Strategi Konseling untuk Post-Traumatic Growth pada Penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

Authors

  • Ghina Rofifah Putri Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Diana Zumrotus Sa’adah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Sulhan Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Keywords:

Asesmen Awal, Strategi Konseling, Post-Traumatic Growth

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asesmen awal dalam perancangan strategi konseling yang berorientasi pada post-traumatic growth (PTG) bagi penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Asesmen awal dipandang sebagai fondasi penting untuk memahami kondisi psikologis, sosial, dan spiritual korban, sehingga strategi konseling dapat disusun secara tepat sasaran dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara mendalam terhadap konselor profesional yang menangani kasus KDRT. Data dikumpulkan melalui telaah sistematis terhadap jurnal-jurnal psikologi trauma dan dokumentasi praktik konseling, kemudian dianalisis menggunakan model analisis tematik Miles dan Huberman untuk menemukan pola dan makna mendalam dari hasil asesmen terhadap perancangan intervensi psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen awal berperan krusial dalam mengidentifikasi gejala stres pascatrauma, potensi ketahanan diri, serta faktor pendukung dan penghambat proses pemulihan. Asesmen yang komprehensif memungkinkan konselor menyesuaikan pendekatan seperti person-centered therapy, cognitive behavioral therapy (CBT), dan meaning-centered therapy sesuai kebutuhan unik klien. Selain itu, dukungan sosial, kekuatan spiritual, dan lingkungan konseling yang aman menjadi faktor signifikan dalam mempercepat proses post-traumatic growth. Dengan demikian, asesmen awal tidak hanya berfungsi sebagai instrumen diagnostik, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun intervensi konseling yang adaptif, empatik, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang bagi penyintas KDRT.

References

Ardiansyah, M., Putri, D. R., & Suryani, L. (2024). Dinamika Psikologis Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga: Perspektif Gender dan Sosial Budaya. Yogyakarta: Deepublish.

Assyakurrohim, A., Nurhidayah, R., & Hasanah, T. (2022). Teknik Asesmen Konseling dan Implikasinya dalam Praktik Bimbingan. Bandung: Alfabeta.

Basyarahil, R. (2024). Pemulihan Trauma pada Korban Kekerasan Seksual Melalui Terapi Berbasis Makna. Jurnal Psikologi Trauma, 9(1), 55–69.

Karini, S. (2023). Etika Profesi Konselor: Prinsip-Prinsip Keadilan Psikologis dan Tanggung Jawab Moral. Bandung: Refika Aditama.

Karisma, R. D., Lestari, H., & Puspita, A. (2025). Konseling Empatik Berbasis Spiritualitas pada Korban Kekerasan Domestik. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islami, 7(2), 101–118.

Kuncoro, D. (2024). Dukungan Sosial dan Ketahanan Diri pada Korban Kekerasan Domestik. Jakarta: Uhamka Press.

Kusumastuti, I., Rahayu, E., & Sitorus, D. (2023). Intervensi Krisis Berbasis Asesmen dalam Penanganan Korban Kekerasan. Jurnal Konseling Indonesia, 8(1), 72–88.

Muftiya, S. (2021). Konseling Rohani Islam dan Pemulihan Psikologis Korban Kekerasan Perempuan. Jurnal Ilmu Dakwah, 6(2), 134–147.

Novianti, R., Wibowo, T., & Lestari, M. (2023). Person-Centered Therapy: Penerapan dan Relevansinya dalam Konseling Trauma. Jurnal Psikologi Terapan, 12(3), 201–217.

Poltak, Y., & Widjaja, F. (2024). Pendekatan Kualitatif dalam Psikologi Konseling: Metode dan Praktik. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Purnama, E. (2025). Pemberdayaan Sosial-Ekonomi Penyintas Kekerasan Domestik di Indonesia. Jurnal Kajian Gender dan Sosial, 5(1), 44–60.

Putri, N., Sari, A., & Hidayat, A. (2023). Penggunaan Instrumen Asesmen Trauma dalam Praktik Konseling Klinis. Jurnal Psikodiagnostika, 11(2), 89–104.

Santosa, A. (2024). Fenomena Learned Helplessness pada Korban Kekerasan Rumah Tangga. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 15(1), 23–38.

Siregar, H. (2024). Kekerasan Domestik dan Kesehatan Mental Perempuan di Indonesia. Jurnal Perlindungan Sosial, 10(1), 45–62.

Takdir, M. (2023). Terapi Berbasis Makna dalam Konseling Islami. Malang: UIN Press.

Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (1996). The Posttraumatic Growth Inventory: Measuring the Positive Legacy of Trauma. Journal of Traumatic Stress, 9(3), 455–471.

Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (2004). Posttraumatic Growth: Conceptual Foundations and Empirical Evidence. Psychological Inquiry, 15(1), 1–18.

Wijono, S., Rofifah, G., & Utami, R. (2024). Cognitive Behavioral Therapy dalam Pemulihan Korban Kekerasan Rumah Tangga. Jurnal Psikoterapi Indonesia, 9(2), 77–93.

Warschauer, M., & Matuchniak, T. (2010). New Technology and Digital Worlds: Analyzing Evidence of Equity in Access, Use, and Outcomes. Review of Research in Education, 34(1), 179–225.

Downloads

Published

22-11-2025

How to Cite

Rofifah Putri, G., Zumrotus Sa’adah, D., & Sulhan. (2025). Asesmen Awal dalam Perancangan Strategi Konseling untuk Post-Traumatic Growth pada Penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). JURIHUM : Jurnal Inovasi Dan Humaniora , 3(2), 56–64. Retrieved from https://www.jurnalmahasiswa.com/index.php/Jurihum/article/view/3093

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.