Perancangan Sistem Diagnosis Flu dan Batuk Menggunakan Metode Forward Chaining pada Praktik Dokter Umum dr. Yulanda Gusti
Keywords:
Sistem Pakar, Forward Chaining, Diagnosis Penyakit, Flu dan Batuk, Sistem Berbasis WebAbstract
Praktik Dokter Umum dr. Yulanda Gusti melayani sekitar 30–40 pasien per hari, dengan 10–15 pasien di antaranya datang dengan keluhan flu dan batuk. Gejala flu, pneumonia, tuberkulosis (TB) paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan bronkitis sering tumpang tindih, sementara diagnosis awal masih dilakukan secara manual oleh satu orang dokter berdasarkan keluhan pasien, sehingga rentan memperlambat pelayanan dan berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pakar berbasis web untuk membantu diagnosis awal flu dan batuk menggunakan metode Forward Chaining, dengan basis pengetahuan yang disusun dari hasil observasi serta wawancara langsung dengan dr. Yulanda Gusti selaku pakar. Penelitian dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu perumusan masalah, pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi pustaka), analisis penyelesaian masalah, dan implementasi algoritma. Basis pengetahuan yang dihasilkan terdiri atas 15 data gejala, 5 data penyakit, dan 21 basis aturan (rule) berbentuk IF-THEN yang menjadi dasar mesin inferensi. Sistem dimodelkan menggunakan Unified Modeling Language (UML) dengan dua aktor, yaitu Admin (dokter) dan Pasien, kemudian diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL. Hasil pengujian melalui studi kasus menunjukkan bahwa metode Forward Chaining mampu menelusuri gejala yang dipilih pasien sebagai fakta awal, mencocokkannya dengan basis aturan, hingga menghasilkan salah satu dari lima diagnosis, yaitu flu, pneumonia, TB paru, PPOK, atau bronkitis, secara konsisten sesuai aturan yang telah ditetapkan pakar. Selain menghasilkan diagnosis, sistem juga menyediakan fitur pengelolaan data gejala, penyakit, aturan, data pasien, dan laporan hasil diagnosis, sehingga proses pelayanan pada praktik dokter menjadi lebih cepat, terstruktur, dan terdokumentasi.
References
Adi Pribadi, I., Adi Candra, A., & Azriansyah, A. (2021). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kambing Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Android. Jurnal Pepadun, 2(3), 403–411. https://doi.org/10.23960/pepadun.v2i3.83
Aniq Noor Mutsaqof, A., Sunyoto, A., & Suryani, E. (2015). Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Penyakit Infeksi Menggunakan Forward Chaining. Jurnal Ilmiah, 4.
Ariestya, W. W., Praptiningsih, Y. E., & Syahputri, D. N. (2021). Implementasi Metode Forward Chaining Pada Sistem Pakar Penyakit Kulit. Jurnal Ilmiah FIFO, 13(2), 182. https://doi.org/10.22441/fifo.2021.v13i2.007
Cahyadi, B. (2018). Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Paru-Paru Menggunakan Metode Certainty Factor dengan Mesin Inferensi Forward Chaining Berbasis Android. Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika, 2(1).
Fahrurrozi, M., & Kurniawan, A. (2021). Diagnosis dalam Proses Keperawatan: Literature Review.
Firmando, A. (2023). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Bronkho Pneumonia Menggunakan Metode Forward Chaining dan Certainty Factor. Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Jaringan, 4(1). https://doi.org/10.63703/sisfotekjar.v4i1.63
Harison, O., Kardo, R., & Jurusan Teknik. (2017). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Saluran Pernapasan Berbasis Web Menggunakan Metode Forward Chaining. Jurnal Momentum, 19(1), 34–39. https://doi.org/10.21063/JM.2017.V19.1.34-39
Hoki, L., & Marvin, E. (2019). Perancangan Sistem Pakar Diagnosa ISPA dengan Metode Forward Chaining. Jurnal STMIK Time, 8(1).
Kuswanto, J. (2021). Penerapan Metode Forward Chaining untuk Diagnosa Penyakit Pneumonia. Seminar Nasional Teknologi Terapan (SEMITERA).
Sari, M., Defit, S., & Nurcahyo, G. W. (2020). Sistem Pakar Deteksi Penyakit pada Anak Menggunakan Metode Forward Chaining. Jurnal Sistim Informasi dan Teknologi, 130–135. https://doi.org/10.37034/jsisfotek.v2i4.34
Setiawan, G., & Setia Budi, G. (2023). Implementasi Metode Forward Chaining Pada Sistem Pakar Untuk Penyakit DBD. Dike: Jurnal Ilmu Multidisiplin.
Sikumbang, E. D., & Mailasari, M. (2019). Metode Forward Chaining dalam Sistem Pakar Gangguan Pernapasan Manusia Berbasis Web. Information Management for Educators and Professionals, 3(2), 107–118.
Starlista, V., Endarti, D., & Andayani, T. M. (2020). Tingkat Pengetahuan Orang Tua terhadap Penyakit dan Vaksin Influenza di Indonesia. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 6(2).
Supartini, W. (2016). Sistem Pakar Berbasis Web dengan Metode Forward Chaining dalam Mendiagnosis Dini Penyakit Tuberkulosis di Jawa Timur. KINETIK, 1(3).
Umar, M. F., K, S. B., & Maksum, T. S. (2024). Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Kesehatan Berdasarkan Model DeLone dan McLean. Afiasi: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3). https://doi.org/10.31943/afiasi.v8i3.302
Vitriani, F. O. R. S. (2022). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Publik Menggunakan Unified Modeling Language (UML). Jurnal Ilmiah, 4.
Wibowo, A. (2021). Mekanisme Kerja Obat Anti Batuk. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 5(1), 75–83. https://doi.org/10.23960/jkunila.v5i1.pp75-83
Wirdawati, W., Sovia, R., & Hendrik, B. (2025). Diagnosa Penyakit Tuberkulosis Paru Menggunakan Metode Forward Chaining dan Certainty Factor. Jurnal Pustaka AI, 5(2), 398–407. https://doi.org/10.55382/jurnalpustakaai.v5i1.1217




